Search     
 / Login     
About CKPP
       About the project area
       Partners and IAG
       Mission
       Indonesian website CKPP
       News & Events
          Press releases
          Calendar
          UN - Climate Summit
          Subscribe for news releases
          CKPP in the Media
       Contact us
Peatswamp forest
       Introduction peat forests SE Asia
          Geology and hydrology
          Ecology
          Social and economic values
          Carbon values and climate change
       Problems in SE Asian peatlands
       Facts & figures of peatland degradation
       CKPP solutions to peatland loss
          Reforestation
          Hydrological restoration
          Fire prevention
          Poverty reduction
          Improvement public health
          Biodiversity conservation
          Capacity building & awareness raising
          The Global Peatland Fund
What can you do?
       Actions needed by governments SE Asia
       UN Climate Conference (UNFCCC)
       Convention on Biodiversity (CBD)
       Ramsar
       World Bank
       Sustainable palm oil
       Funds and finance mechanism
       Stay informed
       Donate
Watch & read
       Photo galleries
       Videos
          CKPP Project Video (English)
          CKPP Project Video (Indonesian)
          Peatland Alert Video
          Firefighting
          Illegal logging
          Palm Oil
          Poverty Reduction
          Hydrological Restoration
          Health Care
       Publications
       Factsheets
       Presentations
       Submissions and policy papers
       Media coverage
Project Achievements
CKPP

All CKPP materials

Current publications | Search

Compilation of MFF SGF Study: Studi Kompilasi Program Fasilitasi Dana Hibah Skala Kecil - Mangroves for the Future Indonesia

Program kerja utama dari MFF di Indonesia pada tahun 2014 adalah peningkatan kapasitas sertaimplementasi 16 proyek berskala kecil dan 1 proyek berskala menengah yang mengedepankan isu perbaikan dan peningkatan fungsi ekosistem pesisir, khususnya mangrove, serta peningkatan kapasitas dan penghidupan masyarakat pesisir. Dalam proses implementasi proyek di lapangan, lembaga penerima hibah atau grantee (LSM, KSM serta Universitas) melakukan berbagai inovasi sederhana, berbiaya murah dan berbasis masyarakat. Dalam usaha restorasi ekosistem mangrove melalui program Mangrove for the Future – Small Grant Facilitacy (MfF – SGF), masyarakat merupakan pelaku utama pengelolaan. Donor, pemerintah pusat dan daerah, LSM/NGO serta mitra lainnya merupakan fasilitator kegiatan. Interaksi yang harmonis antara stakeholder menjadi prioritas agar ide dan nilai dalam kegiatan restorasi mangrove dapat diintroduksi dan diterapkan oleh masyarakat. Hal ini menjadi tantangan utama sehingga diperlukan pendekatan yang tepat agar hubungan berbagai pihak dapat diperbaiki.

 

 Read more ...

Warta Partners for Resilience Indonesia - Edisi Khusus

 

Seiring dengan akan berakhirnya pelaksanaan Proyek Partners for Resilience (PfR), maka kami akan memasuki saat yang menantang dan menarik. Menantang untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tersisa secara tepat waktu dan dengan cara yang berkelanjutan. 
 

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 23 No. 2, Juli 2015

Selamat bersua kembali para pembaca setia WKLB. Memasuki bulan suci Ramadhan, bulan pengendalian diri yang dirahmati Allah SWT, adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk mengintrospeksi diri atas apaapa yang telah dilakukan terhadap alam sekitar kita. Mari kita tutup kesalahan dan keserakahan di masa silam, lalu kita songsong masa depan dengan penuh kebajikan dan kasih sayang.  

 

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah - Vol. 23 no. 1

Wetlands International, saat ini  sedang mengembangkan dan menerapkan suatu kegiatan perbaikan wilayah pesisir melalui pendekatan “Membangun Bersama Alam”.  Kegiatan ini pada intinya memanfaatkan kekuatan (jasa) alam daripada melawannya, dan menyediakan kesempatan bagi alam itu sendiri untuk menjalankan fungsinya. Contoh kegiatan dengan teknik soft engineering tsb, tersaji pada kolom fokus kali ini.

Simak pula informasi-informasi menarik lainnya.

 

 Read more ...

Kajian Lingkungan dan Sosial Ekonomi dalam Perencanaan Program Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Gampong Layeun

Pada Juli 2014, Wetlands International diundang Clinton Global Initiative (CGI) untuk bersama-sama memikirkan dan berkontribusi dalam pemulihan mata pencaharian masyarakat desa Layeun. Pada pertemuan yang dihadiri Presiden Clinton, CGI berkomitmen memberikan bantuan berupa 12 unit kapal tangkap. Di saat yang sama, Wetlands International juga berkomitmen untuk memfasilitasi masyarakat melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi yang diintegrasikan dengan restorasi pesisir. Kedua program ini diharapkan mampu bersinergi agar dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pemulihan perekonomiam masyarakat dan lingkungan pesisir.

 Read more ...

WKLB_Vol 22 no 3

Fokus kali ini menyajikan secara khusus contoh kegiatan kajian baseline ekosistem mangrove di pesisir Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara. Simak pula informasi-informasi lainnya yang
mengetengahkan betapa kayanya ragam budaya dan sumber daya alam Indonesia .

 Read more ...

Keterlibatan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Laut

Kegiatan hybrid engineering ini dilaksanakan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, abupaten
Demak, Provinsi Jawa Tengah. Pemilihan lokasi ini mengacu pada lokasi program Pengembangan
Desa Pesisir Tangguh (PDPT) yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bekerjasama dengan KKP, struktur hybrid engineering telah dibangun di dukuh Bogorame dan dukuh Wonorejo, Desa Timbulsloko pada bulan Oktober‐November tahun 2013.

 Read more ...

Pelatihan “Pemetaan Ekosistem dan Rehabilitasi Pantai Berbasis Masyarakat di Kabupaten Sikka dan Lembata “ Propinsi Nusa Tenggara Timur

Dalam pelatihan ini, peserta difokuskan untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang
aspek-aspek dalam pengelolaan ekosistem pesisir dalam konteks Pengurangan Resiko Bencana
(PRB) dan perubahan iklim (adaptasi dan mitigasi) berbasis masyarakat. Pengetahuan dasar mengenai ekosistem, restorasi, perubahan iklim dan kebencanaan disampaikan pada awal pelatihan guna menyeragamkan pemahaman peserta terlebih dahulu. Secara khusus, pelatihan ini
memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta tentang tata cara mengelola atau melaksanakan rehabilitasi pesisir.

 Read more ...

Kajian Baseline Ekosistem Mangrove di Desa – desa di Kabupaten Pohuwato dan Bolaang Mongondow Selatan

Penilaian kondisi awal (Baseline Asessment) suatu wilayah dalam konteks ekosistem merupakan hal yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan kondisi serta potensi suatu lokasi proyek dengan desain dan rencana proyek. Kajian dilaksanakan di desa-desa dan kecamatan yang terpilih menerima Program Fasilitas Dana Hibah Skala Kecil (Small Grant Facility/SGF) di Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara.

 Read more ...

WKLB Vol. 22 No 2, Juli 2014

Indahnya alam Indonesia, menyejukkan jiwa. Namun sayangnya , keindahan itu selalu diiringi kerusakan yang membuat merana. Ibarat dua sisi mata uang, indah dan punah bak sepasang
kata yang tidak dapat terpisahkan. Potret tersebut juga tersajikan pada tulisantulisan edisi kali ini.
Mudah-mudahan informasi dan data yang tersaji ini, bisa menjadi pengetahuan dan motivasi untuk kita terus berfikir dan berkarya bagi pulihnya alam lingkungan dari segala kerusakan.

 Read more ...
Pages: 1 of 10

All CKPP materials

Current publications | Search

Publications of Indonesian

Compilation of MFF SGF Study: Studi Kompilasi Program Fasilitasi Dana Hibah Skala Kecil - Mangroves for the Future Indonesia

Program kerja utama dari MFF di Indonesia pada tahun 2014 adalah peningkatan kapasitas sertaimplementasi 16 proyek berskala kecil dan 1 proyek berskala menengah yang mengedepankan isu perbaikan dan peningkatan fungsi ekosistem pesisir, khususnya mangrove, serta peningkatan kapasitas dan penghidupan masyarakat pesisir. Dalam proses implementasi proyek di lapangan, lembaga penerima hibah atau grantee (LSM, KSM serta Universitas) melakukan berbagai inovasi sederhana, berbiaya murah dan berbasis masyarakat. Dalam usaha restorasi ekosistem mangrove melalui program Mangrove for the Future – Small Grant Facilitacy (MfF – SGF), masyarakat merupakan pelaku utama pengelolaan. Donor, pemerintah pusat dan daerah, LSM/NGO serta mitra lainnya merupakan fasilitator kegiatan. Interaksi yang harmonis antara stakeholder menjadi prioritas agar ide dan nilai dalam kegiatan restorasi mangrove dapat diintroduksi dan diterapkan oleh masyarakat. Hal ini menjadi tantangan utama sehingga diperlukan pendekatan yang tepat agar hubungan berbagai pihak dapat diperbaiki.

 

 Read more ...

Warta Partners for Resilience Indonesia - Edisi Khusus

 

Seiring dengan akan berakhirnya pelaksanaan Proyek Partners for Resilience (PfR), maka kami akan memasuki saat yang menantang dan menarik. Menantang untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tersisa secara tepat waktu dan dengan cara yang berkelanjutan. 
 

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 23 No. 2, Juli 2015

Selamat bersua kembali para pembaca setia WKLB. Memasuki bulan suci Ramadhan, bulan pengendalian diri yang dirahmati Allah SWT, adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk mengintrospeksi diri atas apaapa yang telah dilakukan terhadap alam sekitar kita. Mari kita tutup kesalahan dan keserakahan di masa silam, lalu kita songsong masa depan dengan penuh kebajikan dan kasih sayang.  

 

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah - Vol. 23 no. 1

Wetlands International, saat ini  sedang mengembangkan dan menerapkan suatu kegiatan perbaikan wilayah pesisir melalui pendekatan “Membangun Bersama Alam”.  Kegiatan ini pada intinya memanfaatkan kekuatan (jasa) alam daripada melawannya, dan menyediakan kesempatan bagi alam itu sendiri untuk menjalankan fungsinya. Contoh kegiatan dengan teknik soft engineering tsb, tersaji pada kolom fokus kali ini.

Simak pula informasi-informasi menarik lainnya.

 

 Read more ...

Kajian Lingkungan dan Sosial Ekonomi dalam Perencanaan Program Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Gampong Layeun

Pada Juli 2014, Wetlands International diundang Clinton Global Initiative (CGI) untuk bersama-sama memikirkan dan berkontribusi dalam pemulihan mata pencaharian masyarakat desa Layeun. Pada pertemuan yang dihadiri Presiden Clinton, CGI berkomitmen memberikan bantuan berupa 12 unit kapal tangkap. Di saat yang sama, Wetlands International juga berkomitmen untuk memfasilitasi masyarakat melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi yang diintegrasikan dengan restorasi pesisir. Kedua program ini diharapkan mampu bersinergi agar dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pemulihan perekonomiam masyarakat dan lingkungan pesisir.

 Read more ...
Pages: 1 of 20

Q&A factbook on peatland degradation in South-east Asia

Copyright 2007 Wetlands International   Terms Of Use  Privacy Statement